5 Klub dengan Status Raja di Liga Indonesia

1 views

Jakarta- Liga Indonesia pernah dua kompetisi resmi yang berjalan beriringan yakni Perserikatan dan Galatama. Perserikatan berlangsung sejak pada 1931 dan berakhir pada 1994. Kompetisi tersebut statusnya masih amatir.

Adapun, Galatama lahir pada 1979. Kompetisi ini bersifat semi profesional. Kedua kompetisi sama-sama dijalankan oleh PSSI.

Pada 1994, PSSI memutuskan untuk meleburkan dua kompetisi tersebut, dan melahirkan Ligina, akronim Liga Indonesia, yang dibentuk pada tahun yang sama. Persib Bandung menjadi juara edisi perdana setelah mengalahkan Petromikia Putra pada babak final 1994-1995.

Era Liga Indonesia memunculkan kekuatan baru di sepak bola Indonesia. Adalah Persipura Jayapura, satu-satunya klub yang berhasil menjuarai Liga Indonesia sebanyak empat kali; 2005, 2008, 2011, dan 2013.

Padahal ketika masih berkiprah di Perserikatan, tim berjulukan Mutiara Hitam ini nihil trofi.

Mengikuti Persipura, empat klub bersaing ketat menyamai torehan Mutiara Hitam. Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Persik Kediri sama-sama mengoleksi dua trofi.

Persebaya menjadi juara pada 1996 dan 2004, Persija pada 2001 dan 2018, Persib pada 1994-1995 dan 2014, dan Persik pada 2003 dan 2006.

Daftar Juara Liga Indonesia

TSC_Persipura Juara TSC 2016_Logo (Bola.com/Adreanus Titus)
TSC_Persipura Juara TSC 2016_Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Liga Indonesia (Divisi Utama 1994-2007, ISL 2008-2014, Liga 1 2007- Hingga Sekarang)

4: Persipura Jayapura (2005, 2008, 2011, 2013)

2: Persebaya Surabaya (1996, 2004)

2: Persija Jakarta (2001, 2018)

2: Persib Bandung (1994-1995, 2014)

2: Persik Kediri (2003, 2006)

Juara Lainnya

Semen Padang FC_Logo (Bola.com/Adreanus Titus)
Semen Padang FC_Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

1: Sriwijaya FC (2007)

1: Arema FC (2009-2010)

1: PSM Makassar (1999-2000)

1: Bandung Raya (1995-1996)

1: Petrokimia Putra (2002)

1: PSIS Semarang (1998-1999)

1: Semen Padang (2011-2012)

Disadur dari Bola.com (penulis Muhammad Adiyaksa/Editor Wiwig Prayugi, Published 30/6/2020)

Sumber