6 Alasan Anda Merasa Lelah Meski Lebih Banyak Habiskan Waktu di Rumah

Liputan6.com, Jakarta – Melakukan karantina mandiri dan hanya di rumah saja selama masa pandemi corona Covid-19 tentu berbeda rasanya bagi setiap orang. Bagi sebagian orang berada di rumah aja, Work From Home (WFH) atau apapun istilahnya, mungkin terasa sangat melelahkan.

Ada banyak hal yang dapat memicu seseorang merasa lelah meski lebih banyak berada di rumah. Salah satu contoh yang membuat Anda lelah yaitu tidak harus bangun pagi seperti biasanya. Bahkan, memiliki banyak waktu untuk beristirahat.

Tapi kenapa kita justru merasa lelah? Dilansir dari laman The Health Site, setidaknya ada enam faktor lain yang dapat membuat Anda merasa lelah meski lebih banyak berada di rumah.

Kurang waktu di luar rumah

Karena hanya di rumah saja tentu Anda kurang memiliki waktu di luar rumah. Dengan begitu, dapat mempengaruhi tubuh secara negatif. Saat Anda berada di dalam ruangan cukup lama, tentu tidak akan mendapatkan cukup paparan sinar matahari.

Menurut para ahli, hal ini dapat memengaruhi ritme sirkadian, siklus tidur hingga bangun, dan membuat tubuh lebih lelah. Karena itu banyak yang menganjurkan agar kita berjemur matahari di pagi hari sambil tetap menjaga physical distancing.

Terpisah dari alam

Banyak studi menunjukkan bahwa menghabiskan waktu dengan alam dapat meningkatkan energi fisik dan mental. Mereka yang menghabiskan waktu dengan alam akan merasakan lebih hidup dalam hal apapun. Karena hanya berada di dalam rumah, Anda tidak akan atau sulit mendapatkan manfaat tersebut dan membuat tubuh menjadi lelah.

Kurang sosialisasi

Jarak sosial juga dapat menyebabkan kebosanan dan kelelahan, karena ternyata beberapa orang mendapatkan energi dari berbicara dan berinteraksi secara langsung dengan orang lain.

Kebutuhan untuk mempraktikkan jarak aman untuk mencegah penyebaran infeksi corona Covid-19, dapat mengurangi interaksi satu sama lain.

Terlalu banyak berita negatif

work from home (Photo by Thought Catalog on Unsplash)
work from home (Photo by Thought Catalog on Unsplash)

Terlalu banyak berita buruk juga dapat menyebabkan kelelahan. Bahkan, ketika pikiran terus menerus diisi dengan rasa cemas, hal itu sangat mudah membuat otak lelah.

Kurang aktivitas fisik

Saat menghabiskan waktu di posisi yang sama seperti duduk arah berbaring, kemampuan tubuh untuk mengambil oksigen akan berkurang. Hal ini dapat menyebabkan penurunan energi yang membuat Anda menjadi lebih lelah dan lambat.

Kurang makanan bergizi

Asupan makanan juga berperan penting dalam menjaga tingkat energi yang sehat. Selama karantina mandiri di rumah, penting untuk memastikan Anda makan makanan bergizi.

Mungkin lebih mudah untuk ngemil saat terjebak di rumah, jadi pastikan Anda makan banyak buah dan sayuran. Jangan lupa tingkatkan asupan air harian Anda agar tetap terhidrasi. Hidrasi berperan besar dalam fungsi dan energi otak.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sumber