6 Rekrutan Sukses Pemain Top dengan Status Bebas Transfer

1 views

Jakarta – Bursa transfer pemain kerap dipenuhi dengan transaksi besar. Klub-klub besar Eropa seperti memiliki uang tak berseri untuk mendapatkan pemain impian.

Rekor transfer pemain termahal dunia saat ini dipegang Neymar. PSG dengan senang hati merogoh kocek senilai 222 juta euro pada bursa transfer musim panas 2017.

Transfer-transfer dengan nominal tinggi tetap terjadi setelah itu, namun belum ada yang sanggup memecahkan rekor tersebut.

Di sisi lain, klub-klub besar juga kerap jeli dengan pembelian pemain bintang yang berstatus bebas transfer. Dengan cara itu klub juga bisa berhemat, tidak akan mengeluarkan biaya sepeserpun, namun mendapatkan pemain dengan kualitas jempolan.

Lantas siapa saja klub yang beruntung mendapatkan pemain bintang dengan status bebas tranfer?

Berikut enam pembelian pemain top dengan status bebas transfer terbaik dilansir dari ESPN, Selasa (21/4/2020).

1. Robert Lewandowski ke Bayern Munchen

Lewandowski tercatart memiliki rekor pencetak quattrick tercepat sepanjang sejarah Liga Champions. Bomber 31 tahun ini membukukan quattrick itu hanya dalam waktu 14 menit 31 detik. (AFP/Andrej Isakovic)
Lewandowski tercatart memiliki rekor pencetak quattrick tercepat sepanjang sejarah Liga Champions. Bomber 31 tahun ini membukukan quattrick itu hanya dalam waktu 14 menit 31 detik. (AFP/Andrej Isakovic)

Robert Lewandowski hengkang dari Borussia Dortmund secara gratis pada 2013. Menariknya, Lewandowski gabung dengan rival De Borussen, Bayern Munchen.

Namun, kala itu performa Lewandowski bisa dibilang belum sebaik sekarang. Kini, bersama Die Rotten, pemain asal Polandia itu menjelma menjadi satu di antara predator bagi lini belakang lawan.

Lewandowski telah mencetak 230 gol dalam 275 pertandingan. Ia pun sukses menyabet gelar top scorer Bundesliga sebanyak empat kali bersama Bayern Munchen.

2. Andrea Pirlo ke Juventus

2. Andrea Pirlo - Setelah tampil dalam kurang dari 30 pertandingan di Serie A untuk Inter, Andrea Pirlo dijual ke klub rival AC Milan. Setelah dilepas oleh Inter, Pirlo sendiri menjadi salah satu playmaker sepak bola terbaik yang pernah ada. (AFP/Paco Serinelli)
2. Andrea Pirlo – Setelah tampil dalam kurang dari 30 pertandingan di Serie A untuk Inter, Andrea Pirlo dijual ke klub rival AC Milan. Setelah dilepas oleh Inter, Pirlo sendiri menjadi salah satu playmaker sepak bola terbaik yang pernah ada. (AFP/Paco Serinelli)

Performa Andrea Pirlo bersama AC Milan bisa dibilang sangat mengesankan. Namun, Rossoneri melakukan kesalahan saat melepas sang pemain ke klub Serie A lainnya, Juventus, dengan status bebas transfer.

Meski sudah berusia 32 tahun, kala itu Pirlo mampu mempersembahkan empat scudetto untuk Nyonya Tua selama empat musim di Turin. Kemudian Pirlo juga mampu menyumbang 19 gol dan 38 assist selama berkostum Juventus.

3. Sol Campbell ke Arsenal

Sol Campbell saat masih berkostum Arsenal (IAN KINGTON / AFP)
Sol Campbell saat masih berkostum Arsenal (IAN KINGTON / AFP)

Arsenal membuat kejutan dengan mendatangkan Sol Campbell dari rival sekota, Tottenham Hotspur. Campbell yang telah berseragam Spurs selama 12 tahun, mendapat cap pengkhianat.

Namun, keputusan Campbell hijrah ke Arsenal berbuah manis. Ia sukses menjadi satu di antara bek tengah terbaik di dunia dan membantu Arsenal meraih dua gelar Premier League.

4. Luis Enrique ke Barcelona

Luis Enrique menghabiskan lima musim bersama Real Madrid dari 1991 sampai 1996. Dia juga membawa Madrid meraih tiga titel juara. (dok. beIN Sport)
Luis Enrique menghabiskan lima musim bersama Real Madrid dari 1991 sampai 1996. Dia juga membawa Madrid meraih tiga titel juara. (dok. beIN Sport)

Real Madrid dengan sembrono melepas Luis Enrique ke Barcelona secara cuma-cuma pada 1996. Sang pemain turut serta dalam kesuksesan Barcelona merengkuh dua gelar La Liga sesudahnya.

Luis Enrique juga berperan besar bagi Barcelona saat menjadi pelatih. Ia sukses memenangkan treble pada 2015.

5. Steve McManaman ke Real Madrid

Steve McManaman. (AFP/Christophe Simon)
Steve McManaman. (AFP/Christophe Simon)

Steve McManaman mendapat persepsi yang berbeda di Inggris dan Spanyol. Saat membela Liverpool selama sembilan tahun, ia dikenal sebagai pemain sayap yang terampil, tetapi tidak bertenaga.

Setelah pindah ke Real Madrid pada 1998 dengan status bebas transfer, McManaman dicap sebagai pencari muka. Namun, ia malah bermain sangat kreatif di posisinya. McManaman pun sukses meraih dua gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions.

6. James Milner ke Liverpool

Pemain Liverpool, James Milner gagal mencetak tendangan penalti ke gawang Maribor pada laga lanjutan Grup E Liga Champions di Anfield, Kamis (2/11). Liverpool membuka lebar jalannya menuju babak 16 besar usai menang  3-0 atas Maribor. (AP/Rui Vieira)
Pemain Liverpool, James Milner gagal mencetak tendangan penalti ke gawang Maribor pada laga lanjutan Grup E Liga Champions di Anfield, Kamis (2/11). Liverpool membuka lebar jalannya menuju babak 16 besar usai menang 3-0 atas Maribor. (AP/Rui Vieira)

James Milner pindah dari Manchester City ke Liverpool dengan status bebas transfer pada 2015. Transfer tersebut kemungkinan sangat mengecewakan fans.

Kala itu, Milner bisa dibilang sebagai satu di antara pemain andalan Manchester City. Selama lima musim memperkuat The Citizens, Milner total tampil dalam 203 pertandingan dengan mengemas 19 gol dan 45 assist di berbagai ajang.

Kini pada usianya yang sudah menginjak 34 tahun, Milner masih menjadi andalan Liverpool di bawah asuhan Jurgen Klopp. Selama berseragam The Reds, Milner sudah mencatatkan 205 penampilan dengan menyumbang 26 gol dan 40 assist.

Kemudian Milner juga ikut mengantarkan Liverpool menjadi kampiun Liga Champions 2019. Kini, ia berpeluang membawa The Reds menjadi juara Premier League 2019-2020.

Sumber: ESPN

Disadur dari Bola.com (Penulis Hanif Sri Yulianto / Editor Aning Jati, Published 21/4/2020)

Sumber