6 Tips Membeli Takjil yang Aman untuk Berbuka Puasa

2 views

Liputan6.com, Jakarta Tips membeli takjil yang aman ketika berpuasa di bulan Ramadan, hendaknya harus kita perhatikan. Karena beberapa tips membeli takjil yang aman bukan menjadi sesuatu yang bisa begitu saja disepelekan. Saat kita tidak mengetahui tips membeli takjil yang aman untuk berbuka puasa, maka akan semakin besar risiko untuk mengalami beberapa penyakit, mulai dari diare hingga keracunan makanan.

Memang, membeli takjil untuk berbuka puasa di bulan Ramadan sudah menjadi hal wajib. Jalan-jalan sore sembari menunggu waktu berbuka puasa, dengan mencari takjil berupa makanan ringan dan minuman segar, mungkin juga sudah termasuk dalam sebuah tradisi di Indonesia.

Saat masuk bulan Ramadan, kita dapat menemui banyak sekali pedagang kaki lima yang berjualan hidangan untuk berbuka puasa. Dagangan yang dijual sangat beraneka ragam, mulai dari makanan ringan, minuman, hingga makanan berat serta lauk pauknya.

Namun, ada baiknya sebelum membeli takjil, kita lebih cermat dan mengikuti beberapa tips membeli takjil yang aman. Karena beberapa pedagang memang hanya sebatas berjualan dan menerima pasokan barang dagangan dari orang lain. Dan tak jarang, para pedagang kurang mengetahui keamanan barang dagangan tersebut. Jadi, akan lebih bijak untuk selalu menerapkan tips membeli takjil yang aman.

Nah, agar kita selalu diberikan kesehatan dan kelancaran saat menjalankan ibadah di bulan Ramadan, Liputan6.com, Selasa (21/4/2020), telah merangkum informasi mengenai tips membeli takjil yang aman yang tidak ada salahnya untuk dipahami dan akan lebih baik jika menerapkan tips membeli takjil yang aman tersebut.

1. Perhatikan lokasi berjualan

Kisah penjual takjil di Gorontalo, puluhan tahun mengais rezeki dengan sepeda ontel. (Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)
Kisah penjual takjil di Gorontalo, puluhan tahun mengais rezeki dengan sepeda ontel. (Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)

Tips membeli takjil yang aman dan paling mudah untuk dijadikan indikator adalah dengan memerhatikan di mana lokasi pedagang berjualan. Selalu hindari membeli takjil yang dimana lokasi pedagang tersebut berjualan ada di area yang kotor, seperti dekat dengan pembuangan sampah, berada di pinggir jalan yang berdebu, atau di area lainnya yang berpotensi dihinggapi beragam jenis kuman dan bakteri.

Sebab, jika lingkuangan dari pedagang tersebut berjualan semakin kotor, maka akan semakin besar potensi makanan atau minuman yang dijual terkena kuman dan bakteri yang bisa berasal dari lalat. Atau apabila di pinggir jalan yang berdebu, bisa saja debu tersebut menempel di makanan yang tidak terlindungi dengan baik.

2. Beli di tempat terpercaya

Aneka gorengan yang dijual untuk berbuka puasa atau takjil di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Kamis (17/5). (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Aneka gorengan yang dijual untuk berbuka puasa atau takjil di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Kamis (17/5). (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Karena banyaknya pedagang takjil yang berjualan di sekitar lingkungan kita, mungkin akan membuat kita bingung mana pedagang takjil yang sebaiknya kita kunjungi. Namun, apabila di sekitar lingkungan tersebut terdapat orang yang telah dikenal sebelumnya dan mungkin merupakan langganan membeli takjil, tidak ada salahnya untuk beli di pedagang tersebut.

Akan tetapi tetap waspada dengan kebersihan dari pedagang takjil tersebut. Atau jika tidak ada pedagang langganan, bisa juga dengan mendatangi pedagang takjil yang  cukup ramai dan terkenal di daerah tersebut. Selain agar kita selalu terhindar dari penyakit, cita rasa dari takjil tersebut juga bisa lebih terjamin, tentunya agar tidak mengganggu kenikmatan berbuka.

3. Perhatikan cara melindungi dagangannya

Suasana saat warga berburu makanan dan minuman untuk berbuka puasa atau takjil di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Kamis (17/5). Makanan yang dijual di antaranya camilan ringan, kolak, minuman dingin hingga lauk pauk. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Suasana saat warga berburu makanan dan minuman untuk berbuka puasa atau takjil di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Kamis (17/5). Makanan yang dijual di antaranya camilan ringan, kolak, minuman dingin hingga lauk pauk. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Bagaimana pedagang dalam melindungi dagangan mereka tentu harus dijadikan perhatian yang utama. Mengingat dagangan mereka dijajakan di area terbuka dan rentan terhadap paparan kotoran dan bakteri. Masih banyak pedagang yang terkadang menjual makanan atau minuman tanpa dilindungi dengan plastik atau kain penutup.

Selain sudah dapat dipastikan dagangan tersebut terpapar kotoran, dikhawatirkan jika makanan atau minuman tersebut dikonsumsi akan menyebabkan gangguan bagi kesehatan.

4. Waspada dengan warna dan tekstur takjil

Sejumlah makanan diambi BPOM untuk diuji usai sidak di Bendungan Hilir, Jakarta, (10/6). Pengujian makanan takjil untuk memastikan apakah takjil yang dijual bebas dari bahan bahaya seperti rodhamin B, formalin dan boraks. (Liputan6.com/Gempur M Surya)
Sejumlah makanan diambi BPOM untuk diuji usai sidak di Bendungan Hilir, Jakarta, (10/6). Pengujian makanan takjil untuk memastikan apakah takjil yang dijual bebas dari bahan bahaya seperti rodhamin B, formalin dan boraks. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Warna merah atau hijau yang mencolok, tentu akan sangat menggoda untuk dibeli. Namun, kita justru harus waspada terhadap warna cerah dan mencolok tersebut. Bukan tanpa alasan mengapa kita harus mewaspadai makanan atau minuman dengan warna mencolok tersebut. Meski warnanya terlihat menggoda dan terlihat segar, bisa jadi warna tersebut didapat dari pewarna yang tidak seharusnya diberikan kepada manusia.

Selain dari segi warna, ada baiknya juga kita memerhatikan tekstur dari takjil tersebut. Hal ini untuk menghindari kita tidak sengaja mengonsumsi takjil yang telah dicampur dengan zat kimia berbahaya seperti formalin. Selain itu dengan memerhatikan tekstur tersebut, dapat menghindarkan kita dari makanan yang mungkin sudah terlampau lama disimpan dan cenderung sudah tidak layak konsumsi.

5. Perhatikan cara pedagang mengambil makanan

Penjual Takjil di Jalan Ahmad Sobana, Perum Bantarjati, Kota Bogor (Achmad Sudarno/Liputan6.com)
Penjual Takjil di Jalan Ahmad Sobana, Perum Bantarjati, Kota Bogor (Achmad Sudarno/Liputan6.com)

Tips kelima ini sangat penting untuk diperhatikan. Karena apabila seorang pedagang takjil tidak menggunakan peralatan atau pelindung saat menyentuh makanan atau minuman yang dijual, maka akan rentan bagi makanan atau minuman tersebut terkontaminasi bakteri dari kulit tangan.

Seperti yang kita ketahui, tangan adalah bagian tubuh yang sering digunakan untuk menyentuh berbagai benda, dan tak jarang bersentuhan dengan barang yang kotor. Mungkin bisa dibayangkan, berkali-kali pedagang tersebut menerima uang transaksi jual beli dagangan mereka, dan bisa saja peadagang tersebut lupa mencuci tangan atau bahkan tidak sama sekali, padahal uang merupakan benda yang tergolong sangat kotor.

6. Jangan tergoda dengan harga murah

Aktivitas jual beli di Pasar Takjil Benhil, Jakarta, Senin (6/6). Harga yang relatif murah menjadikan pasar ini kerap ramai selama Ramadan. (Liputan6.com/Gempur M Surya)
Aktivitas jual beli di Pasar Takjil Benhil, Jakarta, Senin (6/6). Harga yang relatif murah menjadikan pasar ini kerap ramai selama Ramadan. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Alasan ini bukan tanpa sebab, mengingat sering kita mendapat barang murah dengan kualitas yang kurang baik atau bahkan sangat buruk. Hal tersebut juga berlaku saat kita membeli takjil. Namun, bukan berarti kita harus selalu menghindari harga takjil yang murah.

Hal ini ditujukan agar kita lebih waspada dan agar tidak kecewa setelah membeli takjil murah tersebut. Karena bisa jadi takjil tersebut dibuat dari bahan yang berkualitas kurang baik, atau bahkan takjil tersebut sudah hampir basi dan dijual dengan harga murah. Ya, memang tidak ada yang tahu, namun, mengapa tidak coba kita hindari jika itu opsi terbaik bukan?

Semoga tips membeli takjil yang aman diatas dapat membantu kita terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan selama menjalankan ibadah puasa, terutama dari serangan penyakit. Jadi, tetap hati-hati dan selalu waspada ya.

Sumber