Alasan Risma Lebih Memilih Berkantor di Halaman Posko Balai Kota Surabaya

Liputan6.com, Jakarta – Di tengah pandemi COVID-19, berbagai kebijakan pun diterapkan untuk mencegah penyebaran virus corona baru (Sars-CoV-2) yang menyebabkan COVID-19.

Salah satunya adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) yang menerapkan protokol kesehatan di kantor Balai Kota Surabaya. Selain menerapkan saling menjaga jarak dan wajib menggunakan masker, Risma juga lebih memilih berkantor di posko Halaman Balai Kota.

Risma mengatakan, sejak informasi Covid-19 masuk ke Surabaya, pihaknya langsung membangun posko darurat di Halaman Balai Kota Surabaya.

Selain berfungsi untuk dapur umum, rupanya posko yang dibangun ini juga dimanfaatkan untuk dia bekerja dan berkoordinasi dengan jajarannya. Upaya preventif ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, khususnya di lingkungan Balai Kota Surabaya.

“Kenapa waktu itu aku langsung bangun tenda di sini (Halaman Balai Kota), karena kalau pakai ruangan, lebih besar risikonya,” kata dia di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Sabtu (11/4/2020).

Menurut dia, di dalam ruangan ber AC (air conditioning), risiko tertular virus tersebut akan lebih besar. Sebab, ia menilai, jika ada orang carrier Covid-19 dan kemudian masuk ruangan ber AC, bisa saja kemudian virus itu menyebar melalui alat pendingin tersebut.

“Kalau ada orang carrier (Covid-19) dia tersedot pakai AC, kemudian dia (AC) mengeluarkan, kan tidak tahu bisa kena semuanya,” ujar dia.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Di Posko Langsung Terkena Paparan Sinar Matahari

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Oleh karena itu,Risma lebih memilih bekerja maupun menggelar rapat bersama jajarannya di posko Halaman Balai Kota Surabaya. Dengan melakukan aktivitas di luar ruangan itu, risiko tertular virus tersebut akan lebih kecil. Apalagi di posko itu bisa langsung terkena paparan sinar matahari dan hembusan angin.

“Aku juga tidak tahu apakah virus itu bisa mati jika kena panas (matahari). Tapi, risiko di dalam ruangan itu pasti lebih besar. Jadi semua kita lakukan di sini (posko halaman balai kota),” pungkasnya. 

Sumber