Bacaan Takbiran Idul Fitri serta Keutamaan saat Mengumandangkannya

3 views

Liputan6.com, Jakarta- Hari raya Idul Fitri adalah hari kemenangan untuk seluruh umat muslim setelah sebulan melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Momen Idul Fitri merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu dan selalu dirindukan. Pasalnya, tak jarang momen Lebaran dijadikan sebagai momen untuk berkumpul bersama keluarga.

Saat perayaan hari raya kemenangan, seluruh umat muslim melaksanakan sholat Idul Fitri pada pagi hari. Gema takbir berkumandang dan tentunya menyentuh hati seluruh umat muslim ketika mendengarnya. Aura kebahagiaan seluruh umat muslim pun terpancar ketika menyambut hari raya kemenangan ini.

Mengumandangkan takbiran saat menyambut hari raya Idul Fitri merupakan sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Melantunkan takbir ketika menyambut hari raya Idul Fitri tentunya membuat hati seseorang merasa tenang.

Gema takbiran yang berkumandang di hampir seluruh dunia tentunya membuat hati bergetar, karena momen perayaan ini hanya dijumpai setahun sekali.

Bikin Hati Tenang

Melantunkan takbiran idul fitri membuat hati merasa tenang. Membaca takbir bisa disebut dzikir. Oleh karena itu tidak ada larangan dalam bertakbir selama dalam batas wajar.

Mengagungkan sang pencipta dalam lantunan takbir Idul Fitri tentunya membuat diri seseorang merasa lebih dekat dengan Allah SWT.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang bacaan takbiran lengkap idul fitri dan keutamaan saat melantunkannya, Sabtu (23/5/2020).

Mengenal Bacaan Takbiran Idul Fitri

Umat muslim melaksanakan salat saat malam takbiran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (4/6/2019). Umat muslim akan melaksanakan salat Idul Fitri 1440 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Umat muslim melaksanakan salat saat malam takbiran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (4/6/2019). Umat muslim akan melaksanakan salat Idul Fitri 1440 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bacaan takbiran Idul Fitri dianjurkan untuk dilafalkan oleh seluruh umat muslim dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Sebelum menyongsong hari raya kemenangan, seluruh umat muslim ramai mengumandangkan takbir. Pada pagi hari menjelang pelaksanaan sholat Idul Fitri, juga dianjurkan untuk tetap mengumandangkan bacaan takbiran Idul Fitri tersebut.

Takbir terbagi dua macam yakni takbir mursal dan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah pembacaan takbir yang tidak terikat waktu sehingga dianjurkan sepanjang malam. Seperti takbir di malam Idul Fitri dan Idul Adha.

Waktu melaksanakan takbir mursal dimulai dari terbenamnya matahari malam Id hingga imam melakukan takbiratul ihram shalat Id, meliputi idul fitri maupun idul adha.

Adapun takbir muqayyad adalah takbiran yang terbatas pada waktu, seperti pembacaan takbir setiap selesai sahalat lima waktu selama hari raya idul adha dan hari tasyrik, 11, 12 dan 13 dzulhijjah. Waktu pembacaannya adalah setelah sembahyang shubuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga ashar akhir hari Tasyriq (13 Dzulhijjah).

Anjuran pembacaan takbir ini berlandaskan pada surat al-Baqarah ayat 185:

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Bacaan Takbiran Idul Fitri

Ilustrasi takbiran (sumber: iStockphoto)
Ilustrasi takbiran (sumber: iStockphoto)

Pembacaan takbir secara singkat dan umum diketahui masyarakat berbunyi:

اللهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahil-hamd.

Artinya:

Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

 

Sementara itu ada pula bacaan takbir yang lebih panjang dan lengkap.

اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا, لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه, مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن, وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ

Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. allaahu akbar wa lillaahilhamd.allaahu akbar kabiiraw wal hamdu lillaahi katsiiraa wasubhaanallaahibukrataw wa ashiilaa. laa ilaaha illallaahu walaa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud-diina walau karihal kaafiruun. laa ilaaha illallaahu wahdahu shadaqa wa’dahu wa nashara abdahu wa a’azza jundahu wa hazamalahzaaba wahdah. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. allaahu akbar wa lillaahil-hamd.

Artinya:

“Allah maha besar allah maha besar allah maha besar. tidak ada tuhan melainkan allah, dan allah maha besar, allah maha besar dan segala puji bagi allah. allah maha besar dan aku mengagungkan allah dengan besar-besar keagungan. dan segala puji bagi allah dan kami memuji allah sebanyak-banyaknya. maha suci allah pada pagi dan petang, tidak ada tuhan melainkan allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya allah, dengan ikhlas kami beragama kepadanya, walaupun orang-orang kafir membenci. tidak ada tuhan melainkan allah sendirinya, benar janjinya, dan dia menolong hambanya, dan dia mengusir musuh nabinya dengan sendirinya, tidak ada tuhan melainkan allah, allah maha besar allah maha besar dan baginya segala puji.”

Keutamaan Mengumandangkan Takbiran Idul Fitri

Selain mengetahui tentang bacaan lengkap takbiran Idul Fitri, selanjutnya penting untuk mengenali tentang keutamaan saat mengumandangkan takbir tersebut. Indahnya lantunan gema takbir membuat hati bergetar dan kembali mengingat momen hari kemenangan yang hanya dirayakan setahun sekali.

Dalam kitab Fathul Qarib disebutkan bahwa disunahkan untuk menggemakan takbir pada malam hari raya. Sunah ini ditujukan untuk semua orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan, mukim ataupun musafir, sedang berada di rumah, masjid, ataupun di pasar. Muhammad bin Qasim Al-Ghazi mengatakan:

“Disunahkan takbir bagi laki-laki dan perempuan, musafir dan mukim, baik yang sedang di rumah, jalan, masjid, ataupun pasar. Dimulai dari terbenam matahari pada malam hari raya berlanjut sampai shalat Idul Fithri. Tidak disunahkan takbir setelah shalat Idul Fitri atau pada malamnya, akan tetapi menurut An-Nawawi di dalam Al-Azkar hal ini tetap disunahkan.”

Sunah menggemakan bacaan takbiran saat malam lebaran dikemukakan oleh Rasulullah saw dalam hadisnya yang berbunyi:

“Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir”

Sementara itu, anjuran memperbanyak takbir ini sepadan dengan imbalan yang dijanjikan karena sabda Rasulullah SAW:

“Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa.”

Disunahkan pula untuk melantunkan takbir selama menuju tempat salat. Tak perlu lantang saat melantunkannya, melantunkan dengan suara lirih atau cukup di dalam hati juga dianjurkan.

(Selma Intania Hafidha)

Sumber