Benarkah Transmisi Lokal Keluarga Penyebab Tingginya Corona di Sulteng?

Liputan6.com, Palu – Data jumlah kasus positif corona Covid-19 di Sulteng per tanggal 11 April 2020 bertambah menjadi 19 kasus. Pihak Pusdatina Covid-19 Sulawesi Tengah menyebut lonjakan jumlah kasus itu karena penyebaran dari pasien positif sebelumnya ke anggota keluarga dan kerabatnya.

Lonjakan angka kasus positif Covid-19 terjadi di Sulteng dalam dua hari saja. Sejak Jumat (10/4/2020) hingga Sabtu (11/4/2020) bertambah 13 kasus. 8 kasus pada Jumat dan 5 kasus pada Sabtu.

Penambahan itu membuat hingga Minggu (12/4/2020) pukul 15.00 Wita, total kasus positif Covid-19 di Sulteng mencapai 19 kasus.

Berdasarkan data sementara dari Pusdatina Sulteng itu juga, 5 kasus positif baru yang diterima Dinkes Sulteng pada Sabtu (11/4/2020). Berasal dari pemeriksaan terhadap 1 warga di Kabupaten Buol yang dirawat dan isolasi di RSUD Tolitoli, 1 pasien di RS Undata Palu rujukan dari Morowali, serta 3 orang dari Kota Palu yang tengah di isolasi di RSUD Anutapura Palu.

Hasil pemeriksaan kelima warga positif itu sendiri telah dilaporkan ke Kemenkes RI dan Gugus Tugas Corona Covid-19 Pusat. Sedangkan 8 kasus yang dirilis pada hari Jumat merupakan rombongan pengantar mendiang Bupati Morowali Utara yang tutup usia di Makassar, yang sedang menjalani isolasi di Makassar.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Menyoal Ketegasan Aparat

Petugas laboratorium RSUD Anutapura Palu sedang mengambil sampel darah warga untuk diperiksa untuk mengetahui kondisi kesehatannya. (Foto: Liputan6.com/ Heri Susanto).
Petugas laboratorium RSUD Anutapura Palu sedang mengambil sampel darah warga untuk diperiksa untuk mengetahui kondisi kesehatannya. (Foto: Liputan6.com/ Heri Susanto).

Mengenai lonjakan jumlah itu, juru bicara Pusdatina Covid-19 Sulteng, Haris Kariming, mengungkapkan di antara kasus yang menjadi ketambahan baru itu dominan terjadi lantaran penularan dari satu pasien positif sebelumnya ke anggota keluarga atau kerabatnya.

“Rata-rata yang terjadi di Sulteng (covid-19) berasal dari warga yang pulang dari daerah pandemi. Ketambahan positif terjadi dari beberapa kerabat dan keluarga pasien positif sebelumnya,” kata Haris, Sabtu (11/4/2020).

Untuk itu Haris sekali lagi mengingatkan agar anggota keluarga atau kerabat pasien yang merasa pernah kontak fisik dengan pasien positif sebelumnya, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Imbauan yang sama juga diminta dijalankan oleh mereka yang punya riwayat perjalanan dari daerah atau kota yang telah terpapar Covid-19.

Masyarakat juga diminta tetap patuh pada anjuran pemerintah terkait penanganan dan pencegahan yang sedang dilakukan. Untuk menjaga kepatuhan itu, Haris berharap dukungan  aparat keamanan.

“Kami berharap dengan peningkatan jumlah kasus ini, ada dukungan dari TNI dan Polri di lapangan agar lebih tegas lagi,” harap Haris.

Saksikan juga video pilihan berikut:

Sumber