Bio Farma: Stok Obat Alternatif Corona Covid-19 Cukup untuk 50 Ribu Pasien

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Utama Bio Farma Honesti memastikan stok obat alternatif untuk pasien terjangkit virus corona cukup. Pihaknya memiliki stok hydroxychloroquine sebanyak 6 ribu tablet. Jumlah tersebut cukup untuk mengobati 50 ribu orang terjangkit Covid-19.

“Kalau kita hitung ketahanannya sudah disiapkan enam ribu tablet. Jadi inventori kita untuk obat masih sangat cukup,” kata Honesti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR-RI secara virtual, Jakarta, Selasa (21/4).

Berdasarkan unggahan website corona.jakarta.go.id sampai pukul 19.33 WIB, jumlah pasien positif mencapai 7.135 kasus. Jumlah pasien sembuh sebanyak 842 orang dan meninggal 616 orang. Adapun pasien yang mendapatkan perawatan 5.677 orang dan 5.799 orang berstatus ODP.

Meski sudah memiliki stok obat yang cukup, Bio Farma akan tetap memproduksi hydroxychloroquine sebanyak 1,5 juta tablet. Dalam jumlah ini stok obat ini bisa mencukupi sekitar 20 ribu sampai 30 ribu pasien terjangkit covid-19 dalam waktu bersamaan.

Selain Bio Farma, ada 5 perusahaan farmasi lainnya yang juga bisa memproduksi hydroxychloroquine. Namun Honesti tidak mengetahui jumlah pasti yang bisa diproduksi.

“Tapi saya tidak tahu kemampuan mereka dalam produksinya,” kata dia.

Mafia Alkes

Masker yang diproduksi di sebuah perusahaan alat kesehatan di Distrik Nan'an, Chongqing, 11 Februari 2020. China melakukan segala upaya untuk menjamin ketersediaan suplai medis dan barang-barang kebutuhan harian bagi warga di tengah perang melawan epidemi virus corona. (Xinhua/Wang Quanchao)
Masker yang diproduksi di sebuah perusahaan alat kesehatan di Distrik Nan’an, Chongqing, 11 Februari 2020. China melakukan segala upaya untuk menjamin ketersediaan suplai medis dan barang-barang kebutuhan harian bagi warga di tengah perang melawan epidemi virus corona. (Xinhua/Wang Quanchao)

Terkait mafia alat kesehatan, Honesti mengakui dalam kondisi saat ini sudah pasti ada pihak yang memanfaatkan momentum. Sehingga mengakibatkan harga alat kesehatan atau bahan baku obat menjadi naik berkali lipat.

Misalnya untuk bahan baku hydroxychloroquine yang naik menjadi USD 1.200 per kilo dari harga semula USD 50. Namun, Honesti memastikan harga obat yang diproduksi Bio Farma tidak akan mengalami kenaikan.

“Harga obat-obatan itu kita tidak naikkan sama sekali,” katanya.

Menyiasati agar terhindari dari mafia, Bio Farma pun melakukan pembelian produk kesehatan langsung dari pabrikannya. Tawar-menawar harga dilakukan langsung dengan produsen. Sehingga bisa terhindar dari kecenderungan harga yang naik dan tidak bisa dikendalikan.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Sumber