Bursa Saham Asia Bergerak Variatif Dipengaruhi Penurunan Harga Minyak

Liputan6.com, Jakarta – Bursa saham di Asia sedikit bervariatif pada perdagangan Selasa. Hal ini dipengaruhi kembali turunnya harga minyak dunia akibat kekhawatiran akan melimpahnya jumah pasokan di dunia.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,87 persen pada jam terakhir perdagangannya.

Saham China Daratan naik tipis pada hari itu, dengan komposit Shanghai turun 0,19 persen menjadi sekitar 2.810,02 dan komposit Shenzhen turun 0,316 persen menjadi sekitar 1.732,56.

Di Jepang, Nikkei 225 ditutup sedikit lebih rendah pada 19.771,19. Sementara indeks Topix mengakhiri hari perdagangannya 0,13 persen lebih tinggi pada 1,449,15. Kospi Korea Selatan ditutup 0,59 persen lebih tinggi pada 1,934,09.

Di Australia, S & P / ASX 200 turun 0,16 persen menjadi ditutup pada 5.313,10.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang adalah 0,39 persen lebih tinggi.

Di sisi pendapatan, HSBC pada hari Selasa membukukan laba sebelum pajak turun 48 pesen dari tahun ke tahun untuk kuartal pertama 2020.

Hal ini Itu lebih buruk dari ekspektasi para analis di Morgan Stanley, yang telah memproyeksikan laba sebelum pajak untuk terjun 35,7 persen tahun ke tahun. Saham bank terbesar di Eropa yang terdaftar di Hong Kong itu flat terakhir dalam perdagangan Selasa sore.

 

 

Harga Minyak Turun

Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Sementara itu, harga minyak jatuh pada sore hari jam perdagangan Asia. West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni turun 16,59 persen menjadi USD 10,66 per barel. Patokan internasional berjangka minyak mentah Brent juga turun 5 persen menjadi USD 18,99 per barel.

Pergerakan di pasar minyak terjadi setelah WTI untuk pengiriman Juni anjlok lebih dari 24 persen semalam. Sementara Brent juga mengalami penurunan tajam lebih dari 6 persen.

Kekhawatiran atas permintaan yang loyo diperburuk pada hari Senin setelah Amerika Serikat mengatakan akan menjual semua kontraknya untuk pengiriman Juni mulai Senin, mendukung kontrak jangka panjang.

Sumber