Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Petugas Memaksa Pasien Berstatus Positif Covid-19

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati beredarnya video yang diklaim petugas memaksa pasien menjadi berstatus positif virus corona baru (Covid-19).

Video tersebut diunggah akun Facebook شھرن ھفظ ابرلو شم, pada 2 Juni 2020.

Video yang diunggah memperlihatkan sejumlah orang mengenakan baju pelindung diri menarik dua orang perempuat ke luar ruangan. Pada adegan tersebut, salah seorang perempuan berteriak histeris.

Di akhir video terdapat sejumlah orang berseragam loreng sedang bersiaga menyaksikan adegan tersebut.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

“MIRIS LIAT KEJADIAN INI

BEGINIKAH CARA KERJA TIM MEDIS TERHADAP

PASIEN YANG NEGATIF COVID 19 LANTAS DI

PAKSA UNTUK JADI POSITIF COVID 19 ?

RUMAH SAKIT SILOAM KOTA MAKASSAR”.

Benarkah dalam video tersebut petugas memaksa pasien menjadi berstatus positif Covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com sebelumnya telah menelusuri video tersebut atas klaim anggota PKI menyamar sebagai dokter.

Langkah pertama menelusuri video tersebut dengan menangkap layar video untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image.

 

 

Hasil penelusuran menunjukan gambar yang identik dengan video klaim, gambar tersebut merupakan video yanng sama diunggah akun Facebook Mujahidin moja.

Pada unggahan video tersebut diberikan keterangan sebagai berikut:

“Petugas Ber-APD Seret istri Jenazah, yang meninggal di duga Covid19 di Rumah skit Siloam Makassar..”

Cek Fakta Liputan6.com menjadikan keterangan video tersebut sebagai petunjuk penelusuran selanjutnya. Penelusuran dilanjutkan menggunakan Google Search dengan kata kunci ‘video petugas seret wanita di rumah sakit siloam makasar’

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul “Keluarga Diseret Satgas COVID-19 Keluar di Makassar, Jenazah Berstatus PDP” yang dimuat situs news.detik.com, pada 29 Mei 2020.

Artikel tersebut pun memuat tangkapan layar video yang identik dengan tayangan yang ada dalam video klaim.

Dalam artikel news.detik.com, Humas RS SIloam Putri Amelia mengatakan, wanita dalam video tersebut merupakan keluarga pasien yang saat itu meninggal berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP).

“Untuk statusnya meninggal ini masih cek swab test, tidak bisa langsung. Ini masih still waiting, tapi kategorinya dia PDP, kejadiannya kemarin,” kata Humas RS SIloam Putri Amelia saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (29/5/2020).

Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul “Viral, Video Wanita Keluarga Pasien RS Siloam Makassar Diseret Tim Satgas Covid” yang dimuat situ makassar.kompas.com, pada 29 Mei 2020.

Situs tersebut menyebutkan, beredar video seorang wanita yang diduga salah seorang keluarga pasien rumah sakit di Makassar, diseret oleh petugas tim Satgas Covid-19 dengan mengenakan baju hazmat. Video berdurasi 2 menit 3 detik ini viral di berbagai media sosial.

Dalam video tersebut, petugas Satgas Covid-19 memaksa keluarga pesien keluar dari salah satu ruangan hingga menyeretnya. Bahkan, wanita yang diduga tengah hamil yang histeri-histeris meminta tolong saat diseret petugas Satgas.

Dalam video tersebut, ada tiga orang wanita yang mempertahankan jenazah suaminya yang hendak diambil paksa oleh tim Satgas Covid-19.

Salah seorang di antaranya mengaku adalah istri yang meminta petugas agar menunggu kakaknya berurusan dengan petugas Satgas Covid. Bahkan, wanita tersebut memohon-mohon kepada tim satgas agar sabar dan jangan memaksakan kehendaknya. Karena belum ada keputusan resmi dari pihak keluarga maupun dari pihak rumah sakit yang menangani pasien yang meninggal.

Humas RS Siloam, Putri yang dikonfirmasi, Jumat (29/5/2020) membenarkan video wanita yang diseret petugas satgas beredar luar berasal dari RS Siloam. Namun, dia membantah, jika pihak RS Siloam yang melakukan kejadian tersebut dalam video.

Kesimpulan

Klaim video petugas memaksa pasien menjadi berstatus positif Covid-19 tidak benar, dalam video sebenarnya petugas Satgas Covid-19 memaksa keluarga pesien yang saat itu meninggal berstatus PDP untuk keluar dari salah satu ruangan hingga menyeretnya.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Sumber