Cinta Perantau di Tenda Penyintas Gempa Palu

2 views

Liputan6.com, Palu Upaya mencegah penyebaran virus Corona Covid-19 di Kota Palu juga dilakukan oleh sukarelawan maupun perorangan di Kota Palu. Salah satunya dengan membagikan masker gratis untuk para penyintas gempa Palu di tengah krisis Alat Pelindung Diri (APD) di pasaran.

Masker menjadi perlengkapan penting harian di tengah mewabahnya virus corona saat ini. Di Palu, dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang terus meningkat, sediaan masker untuk warga makin terasa mendesak. Namun Alat Pelindung Diri (APD) yang dulunya dianggap receh itu kian langka.

Mendapatkannya kini harus bersusah payah, meminta, atau mesti dengan mengeluarkan biaya lebih dari biasanya. Situasi yang sulit dilakukan oleh ribuan penyintas gempa Palu yang masih berjuang memulihkan ekonomi mereka pascabencana tahun 2018 lalu.

Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah sukarelawan baik perorangan, lembaga non pemerintah, hingga komunitas-komunitas bergerak mengulur solidaritas untuk kalangan-kalangan rentan. Solidaritas yang juga dilakukan oleh perantau asal pulau jawa yang sedang dan pernah bekerja di Kota Palu yang menyediakan 1.000 masker gratis untuk penyintas gempa Palu di tenda-tenda pengungsian di Kelurahan Balaroa, Palu Barat pada Jumat (10/4/2020).

“Kami memilih lokasi ini untuk bagi-bagi masker, karena di sini lebih membutuhkan. Sebagain besar kan mereka  belum berpenghasilan tetap dan rumah tetap karena bencana,”kata salah satu sukarelawan, Sofyan, Jumat (10/4/2020).

Masker yang dibagikan Komunitas yang berisi perantau dari Jawa untuk ratusan keluarga itu merupakan hasil saweran para anggotanya. Sofyan berharap masker yang dibagikan bisa meringankan beban ekonomi penyintas yang harus tetap menyediakan masker di tengah situasi sulit.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Bantuan Masker Pertama saat Pandemi Corona

Angggota komunitas Koplak saat menyerahkan masker gratis di tenda-tenda darurat penyintas gempa Palu di Kel. Balaroa, Palu Barat, Jumat (10/4/2020).
Angggota komunitas Koplak saat menyerahkan masker gratis di tenda-tenda darurat penyintas gempa Palu di Kel. Balaroa, Palu Barat, Jumat (10/4/2020).

Bagi para penyintas yang belum bisa mentas dari tenda-tenda daruratnya itu sendiri donasi masker tersebut adalah yang pertama kali mereka terima sejak mula wabah corona masuk ke Kota Palu pada akhir Maret lalu. Mendapat pelindung sederhana yang direkomendasikan WHO untuk mencegah penyebaran virus itu, bagi para penyintas seperti sebuah kemewahan.

“Ini bantuan masker pertama yang kami terima. Alhamdulillah akhirnya bisa dapat, jadi sekarang kalau keluar tenda bisa pake masker,” tutur salah satu penghuni tenda darurat Balaroa, Nurmi.

Meski merasakan kekhawatiran dan ketakutan yang sama seperti orang lain terhadap virus tersebut, para penyintas di shelter pengungsian itu mengaku sulit mengakses alat pencegah sederhana dari paparan corona tersebut. apalagi setelah penggunaan masker di luar rumah menjadi keharusan.

Bukannya tanpa usaha, para penyintas mengaku beban memulihkan ekonomi keluarga pascabencana yang hingga kini belum tuntas menyulitkan mereka mendapatkan alat pelindung diri itu. terlebih dengan pekerjaan sebagian penyintas yang masih serabutan yang terdampak langsung dengan situasi yang lesu di tengah pandemi Covid-19.

“Semua kami di sini terpaksa harus keluar tenda kami meski situasi sekarang sulit. Jelas kami sangat butuh masker dan alat pelindung lain, apalagi di sini ada anak-anak juga. kami sulit dapat itu,” kesah penghuni tenda darurat lainnya, Irfan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Sumber