Harga Obat Corona COVID-19 Remdesivir Rp 33 Juta, Perusahaan: Itu Sudah Diskon

Liputan6.com, Foster City – Perusahaan farmasi Gilead Science mengumumkan harga obat yang berpotensi menyembuhkan Virus Corona (COVID-19). Obat bernama Remdesivir itu dijual seharga USD 2.340 (Rp 33,4 juta). 

Obat itu digunakan dalam jangka waktu lima hari dengan kebutuhan enam botol Remdesivir. Satu botolnya seharga USD 390 (Rp 5,5 juta). 

Pihak perusahaan berkata harga obat Corona itu sudah diskon dan terjangkau bagi negara-negara maju.

“Kami mendiskon harganya menuju level yang terjangkau bagi negara maju dengan daya beli terendah. Harga ini akan ditawarkan ke semua pemerintah negara-negara maju di seluruh dunia di mana Remdesivir sudah disetujui atau diizinkan penggunaannya,” ujar CEO Gilead, Daniel O’Day, dalam pernyataan di situs Gilead, seperti dikutip pada Selasa (30/6/2020). 

CEO Gilead menjelaskan harga itu lebih murah ketimbang dirawat di rumah sakit akibat Virus Corona COVID-19 di Amerika Serikat. Gilead tidak menjelaskan berapa harga Remdesivir jika tanpa “diskon”.

Bagi negara-negara berkembang, pihak Gilead mengaku berusaha agar harganya lebih murah. Namun, pihak perusahaan belum mengungkap harga untuk negara berkembang.

Gilead mengaku dalam memberikan harga mereka mempertimbangkan aspek-aspek seperti pengembangan lebih jauh tentang Remdesivir serta investasi pada inovasi sains untuk generasi selanjutnya.

Remdesivir disebut bisa mempercepat masa penyembuhan sakit Corona COVID-19 hingga empat hari. Saat ini, Remdesivir masih menjalani uji klinis secara internasional. 

Penggunaan obat ini juga belum disetujui oleh BPOM di AS, namun sudah mendapat izin untuk penggunaan darurat. 

“Sebagaimana kami mengumpulkan data dari uji-uji klinis global dan menginisiasi tambahan studi, kami akan lebih memahami tentang nilai penuh dari Remdesivir seiring berjalannya waktu,” kata Daniel O’Day.

(USD 1 = Rp 14.282)

Update Corona di Indonesia per 30 Juni:

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto saat konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (24/3/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)
Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto saat konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (24/3/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Pemerintah kembali melaporkan penambahan kasus COVID-19 di Indonesia. Hari ini, dilaporkan terdapat tambahan kasus positif sebanyak 1.293.

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa hingga hari terakhir di bulan Juni ini, secara keseluruhan terdapat 56.385 kasus positif COVID-19 di Indonesia. 

“19 provinsi hari ini melaporkan kasus di bawah 10, sementara ada 7 provinsi yang hari ini melaporkan tidak ada penambahan kasus baru,” kata Yuri dari Graha BNPB, Jakarta pada Selasa (30/6/2020).

Yuri mengungkapkan, tujuh provinsi tanpa kasus baru hari ini adalah Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Kalimantan barat, Kepulauan Riau, Riau, dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, kasus sembuh pada hari ini mencapai 1.006. Sehingga secara total, terdapat 24.806 kasus COVID-19 yang dinyatakan sembuh.

Untuk kasus meninggal dunia, Yuri mengatakan 71 orang hari ini dikonfirmasi meninggal dengan status positif COVID-19. Angka ini menambah kasus meninggal terkait virus corona di Indonesia mencapai 2.876 orang.

Sementara itu hari ini sebanyak 21.515 spesimen terkait COVID-19 telah diperiksa sehingga secara total terdapat 803.898 spesimen terkait virus corona yang sudah diuji di Indonesia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Sumber