Jangan Asal Murah, Pertimbangkan 6 Hal Ini Saat Cari Kos-kosan

1 views

Liputan6.com, Jakarta Saat kamu memilih untuk merantau ke suatu daerah, hal pertama yang harus dipikirkan adalah mencari kos atau kontrakan sebagai tempat tinggal sementara. Namanya juga belajar hidup mandiri, jauh dari orangtua.

Mencari kos sebetulnya susah-susah gampang. Sama seperti mencari jodoh, mencari kos harus ada rasa klik atau kecocokan karena dapat mempengaruhi suasana hatimu. Kalau kos nyaman, belajar atau bekerja jadi tambah semangat.

Dalam mencari kos-kosan, harga murah saja tidak cukup. Banyak hal lain yang harus kamu pertimbangkan saat mencari kos. Berikut ulasannya, seperti dikutip dari Cermati.com, Rabu (15/4/2020).

1. Akses dari atau menuju kos

Perhatikan akses dari kos menuju kampus atau kantor dan sebaliknya. Jika aksesnya saja sulit, misalnya kos kamu lokasinya jauh dari jalan besar, sehingga perlu naik ojek karena tidak ada angkutan umum. Tidak bisa jalan kaki pula.

Hal ini bisa bikin boros biaya transportasi setiap bulan. Sebaiknya jika mencari kos, usahakan yang dekat dengan kampus atau kantor. Jadi tidak perlu mengeluarkan ongkos transportasi. Cukup berjalan kaki saja, bisa lebih hemat.

Kamu dapat menanyakan soal akses ini langsung ke pemilik kos atau teman yang merekomendasikan kos tersebut agar lebih jelas.

2. Fasilitas yang memadai

Setiap kos pasti punya fasilitas dasar, seperti kamar tidur dan kamar mandi. Kamar mandi ini bisa di dalam maupun di luar.

Ada yang setiap kamar tersedia kamar mandi, ada juga kamar mandi bersama. Jadi dipakai bergantian dengan penghuni kos lain.

Ini biasanya tergantung harga kos. Semakin mahal harga sewa kos, makin lengkap pula fasilitas yang didapat. Antara lain, AC, cuci gosok alias laundry, wifi gratis, listrik dan air, dapur bersama, dan lainnya.

Nah, selain menanyakan harga sewa kos. Saat mencari kos-kosan, kamu juga perlu mencari tahu fasilitas apa saja yang akan kamu peroleh sesuai harganya. Pastikan sesuai dengan kebutuhanmu, jangan hanya memikirkan gengsi semata.

3. Keamanan dan kebersihan lingkungan kos

Bagaimana keadaan lingkungan di sekitar kos yang akan kamu tempati? Apakah aman atau sering terjadi kasus pencurian? Kamu harus mempertimbangkan masalah keamanan ini, apalagi kalau kos jauh dari rumah pemilik kos. Pastikan ada CCTV yang mengawasi.

Bila kos tidak aman, kamu pun akan kurang nyaman menempatinya. Selalu diliputi rasa was-was setiap kali meninggalkan kos untuk bekerja atau kuliah. Khawatir dibobol maling.

Selain itu, perhatikan juga kebersihannya. Apakah ada petugas kebersihan yang di kos yang setiap hari menyapu, mengepel, dan membuang sampah di lingkungan kos? Kalau lingkungan kos kotor, maka akan berdampak pada kesehatanmu.

4. Budaya warga di sekitar kos

Ilustrasi kamar kos. (dok. Koolkost Indonesia)
Ilustrasi kamar kos. (dok. Koolkost Indonesia)

Sebagai pendatang baru, kamu perlu mengetahui budaya masyarakat di sekitar kos. Meskipun pada dasarnya kamu tidak akan sering berinteraksi dengan mereka, cobalah untuk tahu budaya-budaya yang paling umum. Misalnya, cara menyapa orang lain saat bertemu di jalan, cara berpakaian, atau cara menolak ajakan secara halus. 

Kalau tidak tahu, kamu sendiri yang rugi karena mungkin saja akan dikucilkan warga sekitar. Jika kamu tidak nyaman, ujung-ujungnya pindah kos. Tambah uang lagi kan?

5. Kemungkinan terjadinya bencana

Namanya juga pendatang baru, kamu pasti tidak tahu apa-apa tentang wilayah tersebut. Termasuk bencana apa saja yang pernah terjadi sebelumnya. Misalnya saja sering kena banjir setiap tahun.

Kamu bisa bertanya dengan warga sekitar mengenai hal tersebut. Biasanya pemilik kos jarang ada yang mau memberi tahu informasi ini, karena yang dipikirkan hanya bagaimana kos-kosannya tidak kosong atau terisi penuh. 

Jika daerah sekitar kos memang rawan banjir, lebih baik urungkan menempati kos tersebut. Nanti kamu sendiri yang bakal susah. Susah ke kampus atau ke kantor.

6. Sikap pemilik kos

Ini adalah poin yang paling sering diabaikan saat mencari kos. Sebagian besar dari kamu sepertinya kurang peduli terhadap sikap ibu atau bapak kos. Sikap pemilik yang kurang bersahabat, galak, cuek, tentu akan mengurangi rasa nyaman saat menghuni kos.

Apalagi kalau pemilik kos terlalu banyak membuat peraturan dan suka bertanya tentang urusan pribadi kamu, bawaannya pasti jengkel. Carilah pemilik kos yang ramah dan bersahabat, serta mau mendengarkan keluhan penghuni kos.

Dengan demikian, kamu betah menghuni kos tersebut. Bahkan saking baiknya si pemilik kos, bisa jadi bapak atau ibu angkatmu selama di perantauan.

Murah Boleh, Tapi Kenyamanan Tetap Nomor Satu

Berhubung kos yang ingin kamu tempati tidak untuk satu atau dua bulan, sebaiknya cari kos yang benar-benar sesuai kebutuhan dan kantongmu. Paling penting juga bisa membuatmu nyaman untuk tinggal dan beraktivitas. Semangat berburu kos-kosan. 

 

Sumber