Jembatan Ambruk dan 20 Titik Longsor Putus Akses Jalan Trans Sulawesi

Liputan6.com, Gorontalo – Hujan yang mengguyur wilayah Gorontalo dalam sebulan terakhir ini tak hanya membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) terendam banjir, namun juga mengakibatkan tanah longsor.

Intensitas hujan yang tinggi ini menjadi pemicu puluhan titik longsor di sepanjang jalan Trans Sulawesi. Akibatnya puluhan kendaraan dari yang berasal dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara tidak bisa melintas.

Pemerintah daerah dalam hal ini BPBD dan Tagana yang dibantu warga sekitar bahu-membahu membersihkan jalan tersebut. Bahkan pemerintah daerah telah menurunkan alat berat untuk mengeluarkan material longsor di badan jalan.

Tidak hanya 20 titik longsor, salah satu jembatan yang menghubungkan jalan Trans Sulawesi tersebut juga ikut ambruk diterjang banjir. Sebagian jalan juga amblas dihantam air bah yang meluap dari beberapa anak sungai di wilayah Bone Pesisir.

Salah satu warga Sulawesi Utara Manto Hasan mengaku, sudah berapa hari ini dia tidur dalam mobil. Ia tidak bisa melintas akibat jembatan yang ambruk dan tanah longsor.

“Hingga kini saya dan teman-teman tidak bisa melintas, terpaksa tidur dalam mobil,” dia mengungkapkan.

 

Bahan Pangan dan Sayuran Mulai Membusuk

Jembatan Ambruk dan 20 Titik Longsor Putus Akses Jalan Trans Sulawesi. (Foto: Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)
Jembatan Ambruk dan 20 Titik Longsor Putus Akses Jalan Trans Sulawesi. (Foto: Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)

Lebih disayangkan lagi, bapak dua orang anak ini mengangkut bahan makanan seperti sayuran dan rempah-rempah yang rencana akan dijual ke Kota Gorontalo. Sebagian mulai membusuk.

“Mau apa lagi, tidak bisa melintas. Sebagian sayuran yang saya bawa mulai layu dan membusuk,” tutur Manto.

Sementara Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengatakan, Pemerintah daerah terus berusaha menangani bencana yang beberapa pekan terakhir ini menghantam Bone Bolango. Pihaknya sudah menerjunkan berbagai pihak terkait terutama dinas sosial dan BPBD.

“Pemda terus bergerak. Bahkan sudah 3 hari ini saya turun langsung meninjau lokasi-lokasi yang terdampak,” kata Hamim. Selain itu pihaknya terus mengkoordinasikan hal ini dengan pemerintah pusat.

“Selain penanganan darurat, Apapun yang terjadi saya terus laporkan ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Hamim berharap agar masyarakat tetap tenang dan jangan panik. Namun warga juga diminta tetap ikhtiar semoga bencana yang menimpa Kabupaten Bone Bolango segera berakhir.

“Untuk masyarakat saya minta untuk tetap tenang. Dan warga yang melintasi wilayah bone pesisir harus hati-hati, sebab longsor bisa datang tiba-tiba,” tandasnya.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Sumber