Juara Dunia Asal Skotlandia Ingin Menjajal Ketangguhan Manny Pacquiao

Liputan6.com, Jakarta Josh Taylor belum puas hanya menyandang gelar juara kelas welter junior versi WBA dan IBF saja. Taylor ingin melengkapinya dengan kemenangan atas legenda hidup tinju pro, Manny Pacquiao

Bagi petinju asal Skotlandia itu, pertarungan melawan Pacquiao bukan sekedar menang-kalah. Baginya kesempatan itu merupakan duel impian yang selalu dinantikannya sepanjang karier di atas ring. 

Meski demikian, bukan perkara mudah mempertemukan kedua petinju. Sebab saat ini, kedua petinju masih harus menjalani pertarungan wajib untuk mempertahankan sabuk juara yang mereka miliki. 

Seperti dilansir Boxingscene, Taylor rencananya akan berhadapan dengan petinju tak terkalahkan asal Thailand, Apinun Khongsong  dalam pertarungan wajib sebagai juara welter junior IBF. Namun pertarungan ini belum bisa digelar menyusul pandemi virus Corona Covid-19 yang melanda dunia.

“Saya ingin menghadapinya,” kata Taylor kepada Sky Sports. 

“Dia adalah idolaku, jadi sangat menarik berbagi ring dengannya, itu hal yang luar biasa. Saya ingin jadi pertarung yang bagus untuknya. Satu ring dengan Pacquiao, itu mimpi yang jadi kenyataan.”

Pacquiao seperti diketahui merupakan salah seorang legenda hidup tinju profesional yang masih aktif bertanding. Meski usianya sudah menyentuh kepala empat, Pacquiao masih menunjukkan ketangguhannya di atas ring lewat keberhasilannya merebut gelar juara dunia kelas welter WBA. 

Gelar ini diraih usai mengalahkan Lucas Martin Matthysse di Kuala Lumpur, Malaysia, 2 tahun lalu. Sementara pada pertarungan terakhir,  Pacquiao menang angka split decision atas Keith Thurman pada peratrungan yang berlangsung Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 20 Juli 2019 lalu. 

 

 

Pertarungan Wajib

Petinju Skotlandia, Josh Taylor (Instagram)
Petinju Skotlandia, Josh Taylor (Instagram)

Selain bertemu Pacquiao, Taylor juga bermimpi untuk menyatukan gelar melalui pertarungan melawan juara dunia kelas welter versi WBC, WBO, Jose Ramirez. Meski demikian, sebelum mewujudkan itu semua, petinju berusia 29 tahun itu harus menyelesaikan kewajibannya sebagai juara IBF. 

“Saya harus menjalani laga wajib,” kata Taylor yang tahun lalu juga berhasil menjuarai turnamen World Boxing Super Series dengan mengalahkan Regis Prograis.

“Saya pikir IBF sangat ketat mengenai pertarungan wajib dan sejenisnya dan saya yakin Ramirez juga akan menjalani laga mandatory (laga wajib). Saya pikir kami harus melewati itu dulu baru kemudian menjadwalkan pertemuan,” kata Taylor menambahkan.

Siap Tampil di Las Vegas

Petinju Manny Pacquiao merayakan kemenangan atas Keith Thurman dalam pertarungan gelar tinju Super World kelas Welter WBA di MGM Garden Arena, Las Vegas, Sabtu (20/7/2019). Setelah melalui duel 12 ronde, Pacquiao selaku penantang gelar berhasil keluar sebagai pemenang. (John Gurzinski/AFP)
Petinju Manny Pacquiao merayakan kemenangan atas Keith Thurman dalam pertarungan gelar tinju Super World kelas Welter WBA di MGM Garden Arena, Las Vegas, Sabtu (20/7/2019). Setelah melalui duel 12 ronde, Pacquiao selaku penantang gelar berhasil keluar sebagai pemenang. (John Gurzinski/AFP)

Taylor juga mengaku tidak masalah bila harus bertanding di Las Vegas, Amerika Serikat meski demikian, kawasan judi ternama itu bukanlah venue ideal baginya. “New York, Madison Square Garden, atau Barclays Center di New York merupakan lokasi yang ideal bagiku,” kata Taylor. 

“Di sana lebih Inggris dan Skotlandia. Populasi orang Skotlandia juga banyak di sana, jadi ya lokasi yang sempurna bagiku itu di New York, atau tempat lain di pantai timur,” beber Taylor. 

 

 

 

Sumber