Liga Amatir Inggris Dihentikan, Klub Fokus Hadapi Dampak Buruk Covid-19

Liputan6.com, Jakarta Liga-liga sepak bola amatir di Inggris akhirnya menyerah kepada pandemi virus Corona Covid-19. Suara bulat akhirnya didapatkan lewat pengumutan suara yang dilakukan oleh klub-klub peserta. 

Seperti dilansir dari CNA, pandemi viru Corona Covid-19 telah memaksa pertandingan sepak bola di Inggris terhenti. Situasi ini membuat klub-klub kelimpungan menyelamatkan keuangan klub. Tidak hanya klub-klub profesional, derita yang sama juga dialami oleh mereka yang berlaga di liga amatir.

Dalam kondisi seperti ini, National League, National League North, maupun National League South, memutuskan untuk memberhentikan kompetisi secara permanan sejak Rabu (22/4/2020). Posisi papan klasemen ketiga kompetisi amatir ini selanjutnya akan dibicarakan kemudian.  

“Hasil pertandingan musim 2019/2020 tetap akan dipertimbangkan dengan cermat dan tepat waktu, dan pembaruan lebih lanjut akan diberikan pada waktunya,” bunyi pernyataan resmi Liga Nasional.

CEO Liga Nasional, Michael Tattersall, juga menyambut baik keputusan ini. Menurutnya, penghentian liga membuat klub bisa lebih fokus mencari solusi untuk mengantisipasi dampak buruk Covid-19

“Saat seluruh negara bergulat dengan dampak buruk Covid-19, pembatalan pertandingan yang tersisa membawa tingkat kepastian kepada Klub kami untuk mengatasi implikasi bisnis dari virus,” katanya.  

 

Laga Tanpa Penonton

ilustrasi
ilustrasi

Bulan lalu, klub-klub yang berlaga di level ketujuh kompetisi Inggris sudah lebih dulu berhenti dan seluruh hasil pertandingan dihapus. Sementara empat kompteisi teratas di Inggris masih berharap bisa menyelesaikan kompetisi musim ini. Hanya saja, klub-klub dari League One dan League Two khawatir laga tanpa penonton justru akan menguras habis uang mereka yang saat ini sudah tinggal sedikit.

 

Harapan UEFA

Logo UEFA. (AFP/Fabrice Coffrini)
Logo UEFA. (AFP/Fabrice Coffrini)

UEFA sendiri selaku otorita tertinggi sepak bola di Eropa berharap kompetisi elite di negara-negara anggotanya bisa rampung, paling lambat Juli mendatang. Namun imbauan ini sepertinya sulit terwujud bagi Belanda yang pemerintahnya telah melarang kegiatan olahraga hingga 1 September 2020. 

Sumber