Lockdown Filipina Lanjut hingga 15 Mei, Apa Kabar WNI?

2 views

Liputan6.com, Manila – Lockdown di Filipina atau yang disebut ECQ (Enhance Community Quarantine) telah diperpanjang hingga 15 Mei 2020. Kasus Virus Corona di Filipina sudah mencapai 7.294 pasien.

Kebijakan ini berawal sejak 17 Maret 2020 hingga 30 April 2020 dan diperpanjang hingga 15 Mei 2020 untuk Wilayah Luzon (Metro Manila, Central Luzon dan Calabarzon), serta beberapa wilayah di Visayas dan Mindanao termasuk Davao City.

“Implementasi kebijakan diterapkan secara bertahap dan tegas; disertai pembatasan pergerakan orang dan barang secara selektif; penerapan social distancing dan jam malam, dengan sanksi hukum yang jelas, serta jaminan ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan obat-obatan di toko sekitar pemukiman,” tulis keterangan dari KBRI Manila, Sabtu malam (25/4/2020). 

KBRI Manila berkata ada satu WNI yang terpapar Virus Corona di Filipina. Kondisi WNI itu sedang isolasi mandiri di rumah. 

Selain WNI yang terpapar virus hingga 24 April 2020, terdapat 45 WNI stranded di Filipina, dengan rincian 32 Jamaah Tabligh di Manila; 1 wisatawan di Cebu; dan 7 wisatawan di Luzon; serta 5 Jamaah Tabligh di Mindanao yang sedang ditangani KJRI Davao).

“Secara umum kondisi WNI di Filipina dalam keadaan aman dan sehat, sehingga KBRI Manila belum melihat urgensi repatriasi WNI ke Indonesia hingga berakhirnya ECQ pada 15 Mei 2020,” jelas KBRI Manila. 

Ibadah sholat tarawih di Manila juga tertunda karena adanya Virus Corona. 

Data dari KBRI Manila menyebut Filipina telah menggelontorkan 352,7 miliar peso dana bencana COVID-19 dan menyiapkan dana tambahan hingga 1,49 triliun peso. Tes massal Virus Corona juga dilakukan. 

“Sekitar 1.000 orang petugas kesehatan terinfeksi COVID-19 dan 26 diantaranya meninggal dunia. 19 diantaranya adalah dokter. Pembangunan laboratorium COVID-19 berkapasitas 3.000-5.000 tes per hari di Central Luzon diharapkan selesai pada Mei 2020. Hingga 21 April 2020 terdapat 61.049 orang telah melakukan tes COVID-19,” jelas KBRI Manila. 

Dan berikut daftar WNI yang stranded di Filipina dan penanganan dari KBRI:

Data WNI Stranded

Warga menjaga jarak saat mengantre di luar supermarket di Manila, Filipina, Selasa (17/3/2020). Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memutuskan menutup akses keluar dan masuk Manila bagi seluruh jenis transportasi demi mencegah penyebaran virus corona Covid-19. (AP / Aaron Favila)
Warga menjaga jarak saat mengantre di luar supermarket di Manila, Filipina, Selasa (17/3/2020). Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memutuskan menutup akses keluar dan masuk Manila bagi seluruh jenis transportasi demi mencegah penyebaran virus corona Covid-19. (AP / Aaron Favila)

Wilayah Luzon (1 terpapar dan 39 stranded) 

– 1 WNI terpapar COVID-19 melanjutkan karantina mandiri dan informasi terakhir dalam kondisi baik. KBRI telah kirim bantuan kebutuhan pokok dan vitamin pada 13 April 2020;

– 7 WNI Wisatawan menunggu penjadwalan kembali dari maskapai;

– 32 WNI Jamaah Tabligh (JT) berada di Markas Internasional JT di Golden Mosque, Quiapo-Metro Manila. Bantuan kebutuhan pokok dan obat-obatan diberikan KBRI pada 3 April 2020, yang dilanjutkan dari Jamaah Pengajian Manila pada 10 dan 15 April 2020. KBRI sedang membantu penyelesaian visa dan dasilitasi rebook tiket kepulangan untuk setelah 15 Mei 2020.

Wilayah Visayas (1 stranded)

– Bantuan KBRI untuk pembelian bahan kebutuhan pokok kepada 24 WNI Siswa Indonesia di Sekolah Pilot Marinduque telah ditransfer kepada mereka pada 20 April 2020;

– KBRI telah memberikan bantuan tambahan bahan kebutuhan pokok kepada 65 WNI Pekerja di Provinsi Batangas dan memfasilitasi pertemuan dengan pihak perusahaan berkaitan dengan tuntutan pembayaran gaji selama periode ECQ dan pemulangan ke Indonesia. 

Wilayah Mindanao

5 WNI Jamaah Tabligh stranded dan sedang diupayakan kepulangannya ke Indonesia oleh KJRI Davao.

Republik Palau dan Kepulauan Marshall hingga 24 April 2020 masih bebas COVID-19 (tidak ada pasien baru dalam pengawasan).

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Sumber