Luhut Soal Penghentian Operasional KRL: Tak Semudah Membalik Tangan

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah Daerah Kota Bogor, Depok dan Bekasi meminta agar transportasi publik Kereta Rel Listrik (KRL) dihentikan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Usulan itu telah disepakati berdasarkan hasil rapat para kepala daerah setempat.

Menanggapi itu, Plt. Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan realisasi usulan tersebut perlu dilakukan pengkajian. Pelaksanaanya tidak semudah membalikan telapak tangan.

“Kalau soal mau nutup KRL kita lihat, kan enggak kayak balik tangan semua,”kata Luhut dalam video konferensi di Channel Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Jakarta, Selasa (14/4).

Luhut melanjutkan, penutupan aktivitas KRL bisa membuat seseorang tidak bisa bepergian dalam hal penting. Misalnya menyangkut masalah logistik. Dia tak ingin masalah logistik jadi terganggu.

Lebih lanjut kata Luhut dalam pelaksanaan PSBB sudah ada aturan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Pengajuan pelaksanaan PSBB pun ada di tangan Menteri Kesehatan Terawan.

Saat ini pelaksanaan PSBB sudah berjalan di DKI Jakarta. Dalam hal ini pemerintah nantinya akan membuat evaluasi pelaksanaanya.

Hasil survei evaluasi terhadap pelaksanaanya nanti akan jadi acuan penetapan kebijakan selanjutnya.

“Minggu depan kami ada survei lagi mengenai ini. Nanti dari hasil ini saya kira kita bisa tentukan,” kata Luhut.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Heran dengan Penyebaran Virus Corona

Penumpang KRL menanti pemberangkatan di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (13/4/2020). Seiring dengan pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta, PT KCI membatasi operasional KRL dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB dengan jumlah penumpang 60 orang di setiap gerbongnya. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Penumpang KRL menanti pemberangkatan di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (13/4/2020). Seiring dengan pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta, PT KCI membatasi operasional KRL dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB dengan jumlah penumpang 60 orang di setiap gerbongnya. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi ini mengaku heran dengan kasus penyebaran virus corona di Indonesia. Dalam tiap pembaharuan informasi yang dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 menunjukkan data jumlah korban meninggal akibat virus ini tidak sebanyak negara lainnya.

“Kenapa jumlah kita yang meninggal, maaf sekali lagi, itu angkanya tidak sampai 500. Padahal jumlah penduduk 270 juta,” kata Luhut.

Sudah ada 4 ribu orang terjangkit. Namun angka kematian masih dibawah 500 orang. Kondisi ini berbeda dengan Amerika Serikat yang jumlah penduduknya selisih lebih banyak 60 juta orang.

Jumlah pasien terinfeksi di Amerika Serikat kata Luhut tembus di angka 560 ribu jiwa. Jumlah pasien meninggal akibat virus ini mencapai 22 ribu.

“Jadi untuk menyikapi ini, yang ingin saya jelaskan, itu juga harus hati-hati cermat, tidak grusa-grusu juga harus pas,” kata Luhut.

Dia menegaskan, pemerintah terus bekerja untuk menangani pandemi global ini. Dia menepis jika dalam penanganan pemerintah bergerak lambat.

Sebaliknya, pemerintah melakukan dengan hati-hati dan cermat. Pemerintah memastikan rakyat kecil menerima jaring pengaman sosial selama pademi ini berlangsung.

Berbagai bantuan yang diberikan di di antaranya Kartu Prakerja dan bantuan langsung tunai (BLT).

“Minggu ini jalan. Kita harap Minggu depan semua jalan dengan bagus. Jadi kalau itu sudah jalan nanti lihat langkah berikutnya apa lagi,” kata Luhut mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Sumber