Menyusuri Pesona ‘Tol Kahyangan’, Jalan Tembus Banjarnegara-Batang di Dieng

Liputan6.com, Banjarnegara – Suatu ketika, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono bertanya pada warga di sebuah desa di Dataran Tinggi Dieng (DTD), kenapa mereka tidak bercocok tanam. Mereka menjawab karena tidak tersedia jalan untuk mengangkut hasil panen.

Jawaban itu membuat Budhi terenyuh. Dari situ, Budhi kemudian bertekad membangun jalan yang menghubungkan Dieng dengan pusat keramaian, satu di antaranya dengan Kabupaten Batang.

Kini tekadnya terwujud. Lebih dari itu, jalan rabat beton ini bahkan dijuluki ‘Tol Kahyangan’.

Julukan Tol Kahyangan disematkan lantaran keindahan pemandangan di kanan dan kiri jalan itu. Di satu sisi jalan terhampar ladang hijau yang membentang sejauh mata memandang. Di sisi yang lain, ada lembah hijau berselimut kabut pada pagi dan sore hari.

Sematan nama Tol Kahyangan itu juga semakin kuat lantaran Dieng juga dijuluki negeri di atas awan. Masyarakat masa lalu meyakini, Dieng adalah tempat bersemayamnya dewa-dewa.

“Kualitas jalannya cukup bagus. Dengan pemandangan indah dan hawa yang sejuk,” kata Budhi saat memantau kondisi jalan ini, Minggu (28/6/2020).

 

 

Tol Kahyangan Rejeki untuk Warga Dieng

Jalan tembus Banjarnegara-Batang di Dieng yang dijuli tol kahyangan. (Foto: Liputan6.com/Rudal Afgani)
Jalan tembus Banjarnegara-Batang di Dieng yang dijuli tol kahyangan. (Foto: Liputan6.com/Rudal Afgani)

Setelah dibangun, jalan ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan akses distribusi hasil panen, namun juga menjadi tujuan wisata.

Jalan ini bahkan sempat viral. Mereka yang melintas menyempatkan diri berswafoto lalu diunggah di media sosial.

“Ke depan sudah kita wacanakan untuk pembangunan rest area di jalur ini. Ini jalur wisata sekaligus jalur ekonomi,” ujar Budhi.

Nur, pemilik warung kopi di tepi Tol Kahyangan menangkap peluang ini dengan cerdik untuk mendongkrak penjualan dagangannya.

Nur membangun panggung swafoto sederhana di sebelah warungnya. Pelancong yang singgah bisa berfoto sepuasnya dengan latar pemandangan hamparan lembah hijau.

Upaya ini terbukti sukses. Penjualan minuman dan jajanan di warung itu meningkat.

“Alhamdulillah sebelum Corona omzet warung saya tembus Rp7 juta sampai Rp8 juta, hanya dari kopi dan makanan kecil,” katanya.

 

Miliaran Rupiah untuk Pembangunan Jalan

Jalan tembus Banjarnegara-Batang di Dieng yang dijuli tol kahyangan. (Foto: Liputan6.com/Rudal Afgani)
Jalan tembus Banjarnegara-Batang di Dieng yang dijuli tol kahyangan. (Foto: Liputan6.com/Rudal Afgani)

Tol Kahyangan juga menambah akses wisatawan ke Dieng dari arah jalur pantai utara. Wisatawan asal pantura kini tak perlu lagi memutar untuk menuju Dieng.

Selain jalur dari Batang, juga ada jalur lain menuju Dieng yaitu jalur Karangkobar-Pejawaran-Batur, Karangkobar-Wanayasa-Batur, dan jalur Singamerta-Pagentan-Batur.

Di wilayah Batang, jalan ini melewati wilayah Rejosari, Sigemplong, Pranten dan Bintoro Mulyo. Sementara di wilayah Banjarnegara, berbatasan dengan Bitingan, Kecamatan Dieng.

Desa Bitingan sendiri memiliki potensi wisata berupa sumber air panas alami dan juga Curug Sirawe. Sumber air panas tersebut bahkan sudah dikelola desa.

Data dari DPU Kabupaten Batang, peningkatan Jalan Deles Sigemplong menelan biaya Rp6,32 miliar. Sedang nilai kontrak paket pekerjaan rabat beton Jalan Dukuh Sigemplong Rejosari mencapai Rp2,39 miliar.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Sumber