Miliarder Bill Gates: Biaya Penanganan Corona Tak Besar Jika Kita Siap Sejak Awal

Liputan6.com, Jakarta – Miliarder pendiri Microsoft, Bill Gates, mengatakan dunia tengah kebingungan karena memasuki wilayah yang belum dipetakan. Pandemi Corona ini belum pernah dihadapi oleh semua negara sehingga seluruhnya tidak menyiapkan jalan keluar.

Dilansir dari laman Business Insider, Selasa (14/4/2020), Bill Gates yang telah memperingatkan tentang risiko adanya pandemi di dunia ini sejak beberapa tahun lalu, sudah mendonasikan banyak uang untuk memerangi wabah Corona ini.

Bill Gates pun juga meminta kepada seluruh dunia untuk bersama-sama berinvestasi lebih banyak untuk mengurangi krisis kesehatan global ini.

“Ada suatu masa ketika saya dan para ahli kesehatan lainnya mengatakan bahwa ini adalah potensi kejatuhan terbesar yang dihadapi dunia,” katanya.

Miliarder berusia 67 tahun ini sudah pernah memperingatkan bahwa sebelum Covid-19 menjadi krisis kesehatan dunia, negara-negara seharusnya bisa lebih mempersiapkan kemampuan pengujian mereka dan memastikan rumah sakit dipenuhi dengan ventilator, dan perlengkapan kesehatan lain yang diperlukan.

“Ada periode di mana virus muncul dalam beberapa bulan pertama. Apakah tes disiapkan? Apakah negara-negara berpikir melalui peningkatan ICU dan kapasitas ventilator mereka?” ujar Bill Gates.

Dia menambahkan bahwa begitu krisis berakhir, dia menilai sangat sedikit negara akan mendapatkan nilai A untuk penanganan wabah virus corona yang mereka tangani.

“Sekarang, di sini kita, kita tidak mensimulasikan ini, kita tidak berlatih. Jadi, baik dalam kebijakan kesehatan dan kebijakan ekonomi, kita menemukan diri kita di wilayah yang belum dipetakan,” kata Gates.

 

Peristiwa Terbesar

Pendiri perusahaan raksasa Microsoft, Bill Gates (AFP PHOTO/SAUL LOEB)
Pendiri perusahaan raksasa Microsoft, Bill Gates (AFP PHOTO/SAUL LOEB)

Selain itu, sebelumnya Gates sudah mengatakan kepada Financial Times (FT) bahwa Corona Covid-19 adalah peristiwa terbesar yang akan dialami orang-orang di sepanjang hidup mereka, dan para pemimpin dunia dan pembuat kebijakan global telah menggelontorkan berbagai kebijakan dengan triliunan uang.

Dia yakin bahwa pelajaran yang dipetik dari wabah ini akan mendorong orang untuk lebih mempersiapkan diri untuk keadaan berikutnya, tetapi akan menyesali bahwa biaya yang dikeluarkan saat ini terlalu tinggi untuk penanganan wabah tersebut.

“Seharusnya tidak membutuhkan banyak triliunan dolar untuk sampai ke sana. Ilmu pengetahuan ada di sana. Negara-negara akan maju,” pungkasnya.

Sumber