Pelatih Barcelona Mengaku Stres Kalau La Liga Dilanjutkan, Ini Alasannya

Liputan6.com, Barcelona- Pelatih Barcelona, Quique Setien mengaku bakal alami stres kalau La Liga dilanjutkan dengan beberapa protokol yang diterapkan. Protokol disiapkan agar pemain yang terlibat bisa tetap sehat.

La Liga sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan kompetisi. Ini ditujukan untuk menyelamatkan pendapatan sekitar 1 miliar euro dari hak siar televisi.

Presiden Liga, Javier Tebas sudah mengapungkan wacana untuk kembali memulai La Liga pada 29 Mei,7 Juni atau 28 Juni. 11 laga tersisa bakal digelar tanpa penonton.

Meski demikian, Setien mengaku ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Dia meminta jaminan penuh soal kesehatan.

“Saya sudah baca protokol La Liga dan itu bikin saya stres. Saya pikir itu tak bisa dilaksanakan,” katanya seperti dikutip Marca.

 

Tetap Puas

Pelatih Real Betis Quique Setien bereaksi saat anak asuhnya menghadapi AC Milan pada pertandingan Grup F Liga Eropa di Stadion Benito Villamarin, Sevilla, Spanyol, 8 November 2018. Barcelona merekrut Setien setelah Presiden Josep Maria Bartomeu menggelar pertemuan. (CRISTINA QUICLER/AFP)
Pelatih Real Betis Quique Setien bereaksi saat anak asuhnya menghadapi AC Milan pada pertandingan Grup F Liga Eropa di Stadion Benito Villamarin, Sevilla, Spanyol, 8 November 2018. Barcelona merekrut Setien setelah Presiden Josep Maria Bartomeu menggelar pertemuan. (CRISTINA QUICLER/AFP)

Belum jelas protokol apa yang disiapkan La Liga. Namun yang jelas, La Liga memastikan protokol nanti bisa menjaga seluruh pihak tetap sehat.

Di luar itu, Setien mengaku cukup puas dengan penampilan Barcelona sejauh ini.

“Tentu saya ingin konsistensi, tapi untuk saat ini saya puas,” ujarnya.

“Semua orang ingin Barcelona menang, tentu saja. Dan itu tidak mudah. Sejak saya datang kami sudah berbenah.”

 

Ogah Pikirkan Transfer

 

Meski di tengah suasana tidak menguntungkan, tapi rumor transfer terus mendatangi Barcelona. Diantaranya soal kembalinya Neymar ke Camp Nou.

Namun, Setien mengaku ogah pikirkan itu. Soalnya dia menilai sepak bola saat ini masih belum jelas.

“Tak ada yang tahu apakah kami akan main. Anda tahu situasi ekonomi klub setelah virus corona dan itu akan hentikan pasar jual beli pemain,” ujarnya.

Sumber