Polrestabes Surabaya Terapkan Physical Distancing di Jalan Pandegiling Mulai 22 April 2020

Liputan6.com, Jakarta – Polrestabes Surabaya akan menerapkan kawasan physical distancing atau jaga jarak fisik di Jalan Pandegiling, Surabaya.

Kawasan tertib physical distancing di Jalan Pandegiling, Surabaya, Jawa Timur tersebut diberlakukan pada pagi pukul 10.00-13.00 WIB dan malam pukul 19.00-22.00 WIB mulai Rabu, 22 April 2020.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, Teddy Candra menuturkan,kawasan tertib physical distancing tersebut di Jalan Pandegiling hanya pembatasan saja. Diterapkan kawasan tertib physical distancing karena merupakan kawasan padat penduduk dan ada pasar. Pihaknya pun berupaya meningkatkan edukasi melalui giat preventif dan preempetif terkait Corona COVID-19 di kawasan tersebut.

“Tumbuhkan kesadaran kolektif di masyarakat untuk benar-benar patuh akan imbauan pemerintah untuk cegah penyebaran COVID-19,” ujar Teddy saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat, Selasa (21/4/2020).

Sedangkan Jalan Tunjungan, Surabaya masih diberlakukan kawasan physical distancing pada pukul 10.00-14.00 dan 19.00-23.00 WIB.

Update Kasus Corona COVID-19 di Jatim pada 20 April 2020

Jalan MERR IIC Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Jalan MERR IIC Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sebelumnya, dinamika kasus penyebaran Corona COVID-19 tidak ada penambahan alias nihil di Jawa Timur (Jatim). Alhasil, total kasus saat ini masih 588 positif. Dari total tersebut sejumlah 433 masih dalam perawatan.

“Hari ini tidak ada penambahan kasus jadi totalnya masih sama yaitu 588 orang dan yang masih dirawat 433 orang,” ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin malam, 20 April 2020.

Dari total kasus yang ada, lima sebaran pasien terbanyak masih ada di Surabaya dengan 299 kasus terkonfirmasi positif. Kemudian Sidoarjo 57 kasus, Lamongan 28 kasus, Gresik 20 kasus dan Kabupaten Malang 18 kasus.

Terkait Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jatim tercatat ada 2.143 pasien. Namun yang masih dalam pengawasan 1.200 pasien. Kemudian, 16.760 berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Tapi yang masih dipantau 6.718 orang saja.

“Kemudian PDP 2.143, diawasi 1.200 orang, ODP 16.770 orang dipantau 6.718,” tutur dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Sumber