Selamat dari Tragedi Hillsborough, Suporter Liverpool Ingin Cari Orang yang Tukar Tiketnya

Liputan6.com, Liverpool – Tragedi Hillsborough yang memakan korban nyawa 96 suporter Liverpool telah berlalu 31 tahun silam. Namun dampak tragedi yang terjadi di stadion Hillsborough itu masih membekas bagi salah satu suporter, Alan Griffith.

Griffith termasuk mereka yang selamat dari tragedi tersebut. Ketika itu, Griffithyang datang dengan temannya menukar tiketnya dengan tiket orang lain, sehingga berada di tribun Leppings Lane tempat tragedi terjadi.

Griffith seharusnya tidak berada di sana. Namun ia menukar tiketnya dengan milik orang lain yang mengaku telah khawatir akan terjadi sesuatu.

Setelah 31 tahun berlalu, Griffith mengaku masih mencari orang tersebut. Ia ingin memberitahu bahwa dirinya selamat.

“Setelah tahun-tahun berlalu, saya ingin menghubungi mereka, hanya untuk memberitahu kami baik-baik saja. Saya hanya bisa membayangkan apa yang mereka pikirkan setelah tragedi itu,” katanya seperti dilansir Liverpool Echo.

Tragedi Hillsborough memakan korban jiwa 96 suporter  Liverpool saat sedang menonton laga timnya melawan Nottingham Forest di semifinal Piala FA 15 April 1989. Mereka meninggal lantaran stadion yang over kapasitas.

Investigasi mengungkapkan, tragedi itu terjadi karena kelalaian polisi menangani membludaknya fans di laga itu. Pihak kepolisian tidak membiarkan suporter Liverpool masuk ke lapangan, meski di tribun jumlah suporters udah melebihi kapasitas.

 

Tak Mungkin Selamat

Suporter Liverpool membawa spanduk
Suporter Liverpool membawa spanduk

Griffith mengakui, ia bersyukur menukar tiket tersebut kendati harus menjadi korban Pasalnya, ia memprediksi jika orang yang menukar tiketnya itu tidak akan selamat.

Griffith mengatakan, dua orang yang menukar tiketnya itu berusia lanjut dan seorang anak kecil. Saat tragedi, masih ada pagar yang membatasi tribun dengan lapangan.

“Mereka yang menukar tiketnya dengan saya seorang kakek dan mungkin cucunya yang berusia sembilan atau 10 tahun,” kata Griffith.

“Pagarnya tinggi sekitar 2,8 meter dan kakek itu beserta cucunya mungkin tidak akan selamat. Kami ketika itu berusia 23 dan 24 tahun dan untungnya masih bugar,” kata Griffith yang kini berusia 54 tahun.

Sempat Trauma

Griffith mengatakan, ia masih mengalami trauma usai tragedi itu. Namun ia beruntung bergabung dengan aliansi korbam Hilsborough dan perlahan membaik.

“Saya sekarang mengontrol stres pasca-trauma dan bukan sebaliknya,” katanya.

 

Sumber