Top 3: Pemerintah Terapkan Sanksi Larangan Mudik Mulai 7 Mei 2020

1 views

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah akhirnya secara resmi memutuskan untuk melarang kegiatan mudik pada Lebaran 2020 ini. Pelarangan mudik tersebut ditujukan untuk mencegah penyebaran virus corona yang jumlah kasusnya telah mencapai 7.135 di Indonesia.

Larangan mudik ini tidak memperbolehkan lalu lintas orang untuk keluar dan masuk dari dan ke wilayah khususnya Jabodetabek. Namun masih memperbolehkan arus lalu lintas orang di dalam Jabodetabek, atau dikenal dengan istilah aglomerasi.

Selain itu, karena sifatnya telah berupa larangan dan bukan sekedar imbauan, maka ada sanksi yang diberikan kepada masyarakat yang nekat untuk tetap kembali ke kampung halaman.

“Larangan mudik ini akan berlaku efektif terhitung sejak hari Jumat, 24 April 2020. Namun untuk penerapan sanksi yang sudah disiapkan akan efektif ditegakkan mulai 7 Mei 2020,” kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Pandjaitan melalui video conference, Selasa (21/4/2020).

Artikel mengenai sanksi larangan mudik ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Rabu (22/4/2020):

1. Sanksi Larangan Mudik Berlaku Efektif 7 Mei 2020

Kendaraan pemudik saat melintasi jalan tol Pejagan-Pemalang, Banjar Anyar, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (16/7/15). Pada H-1 Lebaran atau puncak arus mudik jalur tol Pejagan-Pemalang semakin dipadati kendaraan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Kendaraan pemudik saat melintasi jalan tol Pejagan-Pemalang, Banjar Anyar, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (16/7/15). Pada H-1 Lebaran atau puncak arus mudik jalur tol Pejagan-Pemalang semakin dipadati kendaraan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pemerintah memutuskan untuk melakukan pelarangan mudik pada Ramasan dan Idul Fitri untuk wilayah Jabodetabek. Selain itu, larangan tersebut juga berlaku untuk wilayah yang sudah ditetapkan PSBB dan yang masuk zona merah virus Corona.

Pengambilan keputusan ini didasari oleh hasil survei Kementerian Perhubungan yang mendapati 24 persen warga masih berkeinginan untuk melaksanakan mudik Lebaran 2020.

“Larangan mudik ini akan berlaku efektif terhitung sejak hari Jumat, 24 April 2020. Namun untuk penerapan sanksi yang sudah disiapkan akan efektif ditegakkan mulai 7 Mei 2020,” kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Pandjaitan melalui video conference, Selasa (21/4/2020).

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Keputusan Jokowi Larang Mudik Sangat Terlambat

Sejumlah pemudik membawa barang bawaan mereka setibanya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (8/6/2019). Volume penumpang arus balik melalui moda transportasi kereta api  di stasiun Stasiun Senen mengalami lonjakan pada H+3 Lebaran. (merdeka.com/Imam Buhori)
Sejumlah pemudik membawa barang bawaan mereka setibanya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (8/6/2019). Volume penumpang arus balik melalui moda transportasi kereta api di stasiun Stasiun Senen mengalami lonjakan pada H+3 Lebaran. (merdeka.com/Imam Buhori)

Ekonom sekaligus dosen Perbanas, Piter Abdullah, menilai bahwa larangan mudik yang baru saja dikeluarkan oleh presiden Joko Widodo atau Jokowi telah kehilangan marwahnya. Sebab sebagian besar penduduk kota besar telah mencuri start lebih awal untuk mudik.

“Wacana itu sudah tidak relevan. Karena sebagian besar orang sudah pulang kampung sebelum aturan ini terbit,” kata Pieter melalui sambungan telepon, Selasa (21/4/2020).

Menurut Pieter, aturan larangan mudik pada hakikatnya tidak jauh berbeda dengan lockdown atau karantina wilayah yang bertujuan untuk membatasi mobilisasi orang diluar rumah demi menekan penyebaran virus covid-19 di suatu wilayah.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. 41 Karyawan Pertamina Terinfeksi Virus Corona

Petugas medis memeriksa kondisi pasien kritis virus corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Jinyintan, Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (13/2/2020). China melaporkan 254 kematian baru dan lonjakan kasus virus corona sebanyak 15.152. (Chinatopix Via AP)
Petugas medis memeriksa kondisi pasien kritis virus corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Jinyintan, Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (13/2/2020). China melaporkan 254 kematian baru dan lonjakan kasus virus corona sebanyak 15.152. (Chinatopix Via AP)

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan sebanyak 41 karyawan perusahaan terjangkit Virus Corona. Karyawan tersebut kini sudah ditempatkan di rumah sakit yang di kelola oleh Pertamina untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

“Karyawan Pertamina 41 orang (positif Covid-19) dan di rawat di rumah sakit kami,” ujar Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat secara virtual dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Selasa (21/4).

Dia menjabarkan, sejumlah langkah telah diambil oleh perusahaan untuk menekan penyebaran Virus Corona. Salah satunya dengan melakukan lockdown di kapal-kapal Pertamina yang tengah melakukan pengerjaan proyek di laut lepas.

Baca artikel selengkapnya di sini

Sumber