Virus Corona Mulai Terkendali, Bursa Saham AS Lebih Bergairah

1 views

Liputan6.com, Jakarta – Bursa berjangka bergerak datar dalam perdagangan semalam setelah reli besar di sesi sebelumnya dipicu oleh optimisme bahwa wabah virus corona membaik di AS.

Dikutip dari CNBC, Rabu (15/4/2020), Dow futures naik 0,25 persen, menunjukkan keuntungan 13 poin. S&P 500 dan Nasdaq ditetapkan untuk dibuka sedikit lebih rendah.

Tanda-tanda bahwa pandemi virus corona mereda mendorong saham lebih tinggi pada hari Selasa, bahkan ketika batch pertama dari pendapatan kuartalan perusahaan menunjukkan keuntungan di tengah wabah.

Dow naik sekitar 560 poin, dibantu oleh Johnson & Johnson, Microsoft dan Apple yang masing-masing naik 4,5 persen, 4,9 persen dan 5 persen. S&P 500 juga mencatatkan kenaikan signifikan, naik lebih dari 3 persen.

Nasdaq Composite naik 4 persen, dipimpin oleh Amazon, yang membukukan rekor tertinggi sepanjang masa karena para investor bertaruh pada meningkatnya permintaan di tengah lockdown.

“Pembelokan kurva virus corona secara bersamaan di seluruh negeri ini dan di seluruh dunia telah membawa percakapan nasional yang luas dan serius tentang memulai kembali ekonomi,” kata kepala strategi investasi Leuthold Group Jim Paulsen mengatakan kepada CNBC.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Optimisme Gubernur New York

Sentimen bervariasi di awal pekan telah mendorong bursa saham Amerika Serikat menguat dengan indeks saham Dow Jones naik 14,57 poin.
Sentimen bervariasi di awal pekan telah mendorong bursa saham Amerika Serikat menguat dengan indeks saham Dow Jones naik 14,57 poin.

Gubernur New York Andrew Cuomo juga optimis tentang wabah di negaranya, yang menjadi pusat pandemi di Amerika Serikat. Hal ini juga mendorong sentimen investor. Dia mengatakan Selasa kematian terkait dengan virus di negara bagian itu tidak bertambah.

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Selasa bahwa pemerintahan Trump akan menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia karena menilai peran badan tersebut salah mengelola pandemi virus corona.

Sumber