Yulie Meninggal Kelaparan, Ini Kata Pemkot Serang

3 views

Liputan6.com, Jakarta – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Serang, Hari Pamungkas mengajak seluruh elemen masyarakat peduli dan bekerja sama dalam melawan penyebaran virus corona.

Hal tersebut diungkapkan menyusul adanya pemberitaan tentang salah satu warga Kota Serang bernama Yulie (42), yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Singandaru.

Hari Pamungkas yang juga selaku juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Serang membenarkan akan hal tersebut. Kejadian bermula pada Senin (20/4/2020) sekitar pukul 14.30 WIB, saat Yulie tak sadarkan diri di kediamannya di Lontar Baru.

“Yang pertama kami turut berbela sungkawa. Ya, betul meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Singandaru,” ujarnya di Serang, Selasa 21 April 2020 seperti dilansir dari Antara.

Menurut informasi yang diterima, lanjut Hari, sesampainya di Puskesmas Singandaru dokter setempat langsung memeriksa pasien Yulie.

“Sampai sana (puskesmas singandaru) dokter periksa pasien sudah tidak bernafas, tidak ada denyut nadi dan refleks mata sudah hilang,” katanya.

“Beberapa tindakan medis pun diambil, pompa jantung sampai tiga kali pengulangan, namun tidak ada perubahan. Dokter sudah maksimal namun Allah berkehendak lain,” lanjutnya.

Namun demikian tambah Hari, dokter belum bisa menyimpulkan pasien Yulie meninggal dunia disebabkan oleh penyakit tertentu.

“Dokter belum berani menyimpulkan sakit apa, karena almarhumah meninggal dalam perjalanan dan di luar sepengetahuan dokter. Ditambah suaminya bilang almarhumah engga punya riwayat sakit apapun,” katanya.

Disinggung soal keterlambatan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam menangani dampak Virus Corona, Hari pun menerangkan bahwa pihak Pemkot telah maksimal dalam merespons segala hal yang menyangkut masyarakat Kota Serang, termasuk warga yang diduga kelaparan.

 

Turunkan Tim

Hal ini dibuktikan setelah mendapat informasi pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00, pihak Dinas Sosial Kota Serang menurunkan timnya untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

“Sebelumnya kan diberita rame keluarga almarhumah nahan lapar sampai minum air galon, keluarga almarhumah itu sudah terdata penerima bantuan masyarakat terdampak COVID-19, sabtu kemarin 18 April 2020 sekitar pukul 19.00 pihak Pemkot sudah berikan bantuan itu melalui Dinas Sosial yang diberikan langsung oleh Plt. Sekdis Sosial Hj. Mamah Rohmah bersama Tim,” ungkapnya.

Tim dari Dinas Sosial Kota langsung merespon pada saat mendengar kabar ada warga yang diduga kelaparan, dengan membawa bantuan kebutuhan bahan pokok.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam melawan penyebaran virus corona.

“Kami memiliki keterbatasan, kami butuh semua pihak, kami tidak bisa kerja sendiri, butuh semua elemen untuk bekerjasama saling support.

‘Jangan lagi ada saling menyalahkan, sama-sama kita lagi ikhtiar menyelesaikan masalah pandemi ini,” ucap Hari Pamungkas.

Sumber